Top Ads on Innovel

Innovel

65 Days

❤<> by MAMI HAN Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. (21+❤❤ Instal untuk melihat versi yang belum dipotong) Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mempengaruhinya untuk tidak menyukai kekasihnya itu. Mungkin keputusan yang aku ambil ini bisa dibilang jahat. Tapi aku tidak bisa diam saja sementara adikku meregang nyawa di rumah sakit. Biarlah aku berkorban perasaanku. *** “Apa ini yang lo mau” Adrian mendorongku sampai terjatuh di samping tempat tidur. “Gue tahu lo dibayar sama nyokap gue buat nikah sama gue.” Adrian tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu alasan aku menerima uang itu. Aku terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun. Karena pada kenyataannya memang benar. Aku baru saja menghancurkan mimpinya untuk menikahi seorang Nancy yang sangat cantik dan sempurna. “Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini, apalagi uangku. Kau tidak akan mendapat apapun kecuali rasa sakit yang lama lama akan menggerogotimu.” Adrian berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras-keras. *** Sudah genap satu bulan aku menjadi istrinya. Tanpa senyum darinya, tanpa kata-kata manis, bahkan sekedar ucapan selamat pagi. Apartemen ini rasanya sangat sunyi. Dia selalu mengabaikanku seolah aku tidak ada. Aku masih bisa menerimanya. Ini memang salahku, setidaknya dia tidak kasar padaku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Dia datang dan memaksakan hubungan intim antara suami dan istri yang menorehkan sakit pada hatiku, seolah inilah satu-satunya cara agar aku memahami perasaannya yang tersiksa dalam pernikahan ini. Aku tahu, bahwa penderitaanku baru saja dimulai. (21+❤❤ Instal untuk meli
Heat: 935
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

50 Days

❤<> by MAMI HAN Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. (21+❤❤ Instal untuk melihat versi yang belum dipotong) Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mempengaruhinya untuk tidak menyukai kekasihnya itu. Mungkin keputusan yang aku ambil ini bisa dibilang jahat. Tapi aku tidak bisa diam saja sementara adikku meregang nyawa di rumah sakit. Biarlah aku berkorban perasaanku. *** “Apa ini yang lo mau” Adrian mendorongku sampai terjatuh di samping tempat tidur. “Gue tahu lo dibayar sama nyokap gue buat nikah sama gue.” Adrian tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu alasan aku menerima uang itu. Aku terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun. Karena pada kenyataannya memang benar. Aku baru saja menghancurkan mimpinya untuk menikahi seorang Nancy yang sangat cantik dan sempurna. “Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini, apalagi uangku. Kau tidak akan mendapat apapun kecuali rasa sakit yang lama lama akan menggerogotimu.” Adrian berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras-keras. *** Sudah genap satu bulan aku menjadi istrinya. Tanpa senyum darinya, tanpa kata-kata manis, bahkan sekedar ucapan selamat pagi. Apartemen ini rasanya sangat sunyi. Dia selalu mengabaikanku seolah aku tidak ada. Aku masih bisa menerimanya. Ini memang salahku, setidaknya dia tidak kasar padaku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Dia datang dan memaksakan hubungan intim antara suami dan istri yang menorehkan sakit pada hatiku, seolah inilah satu-satunya cara agar aku memahami perasaannya yang tersiksa dalam pernikahan ini. Aku tahu, bahwa penderitaanku baru saja dimulai. (21+❤❤ Instal untuk melihat versi yang belum
Heat: 773
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

49 Days

Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mempengaruhinya untuk tidak menyukai kekasihnya itu. Mungkin keputusan yang aku ambil ini bisa dibilang jahat. Tapi aku tidak bisa diam saja sementara adikku meregang nyawa di rumah sakit. Biarlah aku berkorban perasaanku. *** “Puas kan, lo udah hancurin semua mimpi gue” Adrian mendorongku sampai terjatuh di samping tempat tidur. “Dasar! Gue tahu lo dibayar sama nyokap gue buat nikah sama gue.” Adrian tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu alasan aku menerima uang itu. Aku terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun. Karena pada kenyataannya memang benar. Aku baru saja menghancurkan mimpinya untuk menikahi seorang Nancy yang sangat cantik dan sempurna. “Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini, apalagi uangku. Kau tidak akan mendapat apapun kecuali rasa sakit yang lama lama akan menggerogoti tubuhmu.” Adrian berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras-keras. *** Sudah genap satu bulan aku menjadi istrinya. Tanpa senyum darinya, tanpa kata-kata manis, bahkan sekedar ucapan selamat pagi. Apartemen ini rasanya sangat sunyi. Dia selalu mengabaikanku seolah aku tidak ada. Aku masih bisa menerimanya. Ini memang salahku, setidaknya dia tidak kasar padaku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Suatu malam dia datang ke kamar ketika aku sudah terlelap. Dia mengejutkanku dengan ucapannya yang aneh. “Mari kita mulai permainan kita!” Ucapnya sambil menyeringai. Dia menyentuhku dengan kasar. Air mataku sudah menggenang di pelupuk mata mendapati perlakuan kasar tersebut. Sungguh aku bergandengan tangan dengan seorang laki-laki saja tidak pernah. Adrian pun melakukan apa yang seorang suami
Heat: 768
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

37 Days

Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang memp
Heat: 624
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

36 Days

Kehidupan yang aku inginkan yaitu kebahagiaan dan ketenangan. Sejak kecil aku berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang akedemik untuk membuat kedua orang tuaku bangga dan aku ingin berhasil membahagiakan mereka. Namun kehidupan tenangku tiba-tiba berubah sejak saudara kembarku dikabarkan menghilang. Entah apa yang terjadi padanya. Aku memang dibesarkan oleh kedua orang tuaku tapi Zava sejak kecil dibesarkan pamanku Edwar. Aku dan Zava hanya bertemu beberapa kali dan dari sikapnya kepadaku aku tahu dia tidak menyukaiku karena aku begitu mirip dengannya.\n Saat ini Paman Edwar menatapku dengan sendu, saat Mama memintaku untuk segera pulang karena aku tinggal di Apartemen dan bekerja di sebuah perusahaan yang cukup jauh dari kediaman orang tuaku. Aku merasa pasti ada sesuatu yang terjadi karena kedua orang tuaku tidak pernah memintaku pulang mendadak seperti saat ini dan ternyata apa yang kupikirkan benar. Kabar yang begitu mengejutkan karena Zava menghilang tanpa kabar.\n Zava adalah kakak perempuanku, ia merupakan seorang model terkenal dan jika berita kehilangan Zava terkuak maka perusahaan keluarga besar kami sepertinya akan terancam bangkrut. Aku hanya mendengar cerita dari Mama beberapa tahun yang lalu mengenai pernikahan Zava dengan keluarga Cristopher yang sangat berpengaruh di negara ini. Keluarga kami dilarang untuk muncul ke publik karena publik hanya tahu Zava adalah putri kandung Paman Edwar dan ia tidak memiliki saudara kembar sepertiku.\n "Zack kamu harus ingat janji yang pernah kamu ucapkan. Kau lebih memilih menikah dengan Selena orang yang ditugaskan untuk membunuhku. Aku mengizinkan dia hidup karena kalian berjanji kapanpun aku meminta hidup kalian. Kalian akan memberikannya!" ucap Paman Edwar.\n Aku masih bingung dengan pembicaraan antara Paman dan Papa. Entah situasi apa yang sedang kami hadapi saat ini yang jelas aku melihat tatapan Mama terlihat sangat ketakutan. Aku memeluk lengan Mama dan berusaha membuat Mama tenang. Kehilangan Zava menjadi pukulan terberat bagi Mama. Apa lagi sejak kec
Heat: 602
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

35 Days

"Kau harus menikah denganku!" "Tidak! Mengapa aku harus menikah denganmu" "Tidak ada pilihan lain, jika kamu menolak, aku bisa saja membuatmu berhenti dari kuliahmu dan menuntutmu karena telah mempertaruhkan nyawa orang lain." "Tidak adakah cara lain Aku masih kuliah, dan aku belum siap untuk menikah." "Tidak ada penolakan! Secepatnya kita akan menikah, jadi bersiap-siaplah." "Hey tunggu! Kau tidak bisa seenaknya memutuskan." Meisya terduduk lesu di lorong rumah sakit. Bagaimana mungkin diumurnya yang masih muda ia harus menikah, ditambah lagi ia harus menikah dengan seorang duda. Entah pernikahan macam apa yang nanti akan dijalaninya. Pernikahan tanpa cinta. "Arghh.., mengapa takdir begitu buruk mempertemukanku dengan lelaki semacam dia" Sosok itu mematut dirinya di depan meja rias, matanya menatap lesu pada bayangan seorang gadis yang tengah mengenakan baju pengantin berwarna putih dengan make up yang lumayan tebal, untuk menutupi lingkaran hitam yang ada di sekeliling matanya. Gadis dalam bayangan itu tampak terlihat lebih dewasa dari pada biasanya. Rambutnya disanggul rapi dengan penjepit rambut yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Kebaya putih panjang yang sedikit mengekspos pundaknya, membalut tubuhnya yang ramping namun berisi dengan sempurna. Tidak ada yang spesial dari baju pengantin yang dipakainya, hanya saja saat Meisya yang mengenakan gaun pengantin itu, gaun tersebut tampak begitu pas dan cantik membalut tubuhnya. Lagi-lagi suara helaan napas terdengar dari mulut gadis tersebut, atau lebih tepatnya seorang wanita setelah ia resmi menikah sebentar lagi. Sedikit pun tidak terpikir di benak Meisya bahwa ia akan menikah semuda ini. Jika saja diizinkan, saat ini ia sangat ingin kabur dan melarikan diri dari acara pernikahan ini. Tapi ia tidak boleh egois dan memikirkan diri sendiri, sementara di luar sana ada seseorang yang dengan begitu berharap menginginkannya menjadi penyemangat hidupnya. Mau tidak mau ia harus tetap menjalankan pernikahan ini, demi kesembuhan anak itu. Ya, harus! Cklek "Oh Meisya.. lihatlah, hari ini kamu sangat cantik sayang. Mama tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini." Mama Meisya atau yang biasa dipanggil Reina Holand memeluk Meisya dengan erat, hingga membuat Meisya ikut terhanyut dalam pelukan hangat ibunya yang sangat ia sayangi. "Mama berdoa semoga kamu bahagia bersama suamimu nanti sayang." 'Ya, semoga saja.' Meisya hanya bisa tersenyum paksa di hadapan mamanya, karena yang mamanya tahu Meisya menikah dengan seseorang yang dicintainya. Berbanding terbalik dengan kenyataan yang sebenarnya, Meisya menikah bukan atas dasar cinta, akan tetapi sebuah keharusan yang tidak bisa disangkalnya. Flashback Saat Meisya kembali ke taman, ia melihat seorang anak kecil yang hendak terserempet motor. Meisya yang terkejut segera berlari ke arah anak tersebut dan berniat menolongnya. Tapi naas, saat Meisya berniat menolong anak itu, ternyata motor yang melintas begitu kencang membuat Meisya secara refleks mendorong anak itu ke arah pinggiran trotoar. Untunglah tidak ada hal fatal yang disebabkan dari kecelakaan tadi. Tapi Meisya tidak menyangka bahwa perbuatannya yang berniat menolong anak tersebut malah berujung fatal. Dokter mengatakan sewaktu Meisya mendorong anak tersebut, ternyata bagian pinggang anak tersebut membentur pinggiran trotoar dengan cukup keras. Hingga menyebabkan ginjal di sebelah kiri anak tersebut yang memang pada dasarnya kurang berfungsi secara sempurna harus segera dioperasi secepat mungkin. Jika tidak, maka akan berakibat fatal pada keselamatan anak itu. Meisya hanya menunduk dalam, ia tidak menyangka bahwa niatannya untuk menolong anak itu akan berakibat pada keselamatan anak itu sendiri. 'Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan untuk menolong anak ini' meskipun baru beberapa minggu yang lalu Meisya mengenal anak manis bernama Mika ini, ia sudah cukup menyayangi anak itu. Meisya sama sekali tidak menyangka bahwa anak sekecil Mika sudah harus menanggung penderitaan seberat ini. Salah satu ginjal gadis manis ini tidak berfungsi dengan sempur
Heat: 515
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

29 Days

Auryn fokus menangani pasien di IGD, ia dibantu seorang perawat. Tempat Auryn bertugas merupakan rumah sakit terbesar di Jakarta milik seorang milyuner Nagata Khalifi, dokter rumah sakit ini merupakan dokter lulusan terbaik, dan pasti bergaji tinggi di atas rata rata dokter di kota ini. Auryn mencuci tangannya denga cairan disinfektan kemudian berjalan menju locker untuk meletakkan stetoskopnya, jam menunjukkan pukul 12 siang dan sudah waktunya makan siang, ia bergantian dengan dokter jaga IGD untuk makan siang. Ia berjalan di lorong rumah sakit untuk menuju kantin rumah sakit saat seorang perawat memanggilnya. "Dokter Auryn...." Auryn menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia melihat perawat berjalan ke arahnya bersama 2 orang gadis seusianya memakai snelli, ia menebak mereka adalah dokter baru yang kemarin ia dan perawat itu bicarakan, ia tersenyum pada mereka dan mengangguk. "Dokter Auryn, kenalkan ini dokter Zelina, dan ini dokter Vania" perawat itu memperkenalkan Auryn. "Hai...Auryn" Auryn mengulurkan tangannya dan dijabat tangan oleh Zelina dan Vania. "Zelina..." "Vania...." "Baiklah saya kembali ke poly dulu" pamit perawat itu. "Kamu mau kemana Auryn" "Mau lunch di kantin rumah sakit, ayo sekalian" "Oke..." jawab Zelina dan Vania bersamaan. Mereka berjalan beriringan menuju kantin rumah sakit dan duduk bersama satu meja. "Kamu sudah lama kerja di rumah sakit ini Auryn" "Baru kok, baru satu tahun lebih" jawab Auryn. "Wah itu sih udah lama Ryn" "Kalian sendiri gimana" tanya Auryn. "Kalau aku pernah dinas di rumah sakit lain selama 8 bulan sebelum diterima disini" jawab Zelina. "Kalau aku juga sama, pernah bekerja selama setahun di rumah sakit lain sebelum apply di RS helath and health ini" "Semoga kita bisa bersahabat ya" ucap Zelina kemudian yang diangguki oleh Auryn dan Vania. Mereka kemudian terlibat obrolan obrolan seru seputar rumah sakit dimana mereka bekerja, dengan senang hati Auryn menjawab pertanyaan Zelina dan Vania tentang apa saja aturan di rumah sakit health and health ini. Setelah makan siang mereka kembali ke tempat tugas masing masing, kali ini Zelina membantu Auryn di IGD sedangkan Vania di poly umum karena Vania dan Zelina belum tahu job description mereka karena baru hari pertama dan bagian administrasi masih menata schedule untuk mereka. Auryn meletakkan peralatannya di locker seperti biasa, ia kemudian keluar dari ruang locker, ia berpapasan dengam Vania dan Zelina yang akan masuk ruang locker. "Udah mau pulang Ryn Hang out dulu yuk. Nggak ada acara kan" tawar Vania. "Nggak ada sih" jawab Auryn santai "Aku sama Zelina mau ke Cafe Savana, ikut yuk" Auryn berfikir sejenak. "Boleh deh, aku juga malas pulang ke rumah nih" "Ya udah, tunggu kita di parkiran" ucap Zelina. "Oke..." Auryn melanjutkan jalan keluar sedangkan Vania dan Zelina masuk dalam ruang locker. Auryn berdiri bersandar pada mobilnya menunggu Zelina dan Vania, matanya melihat ke sekeliling area parkir, 2 orang yang sedang bersenda gurau di area parkir khusus direksi, seorang pria dan wanita muda sepertinya mereka adalah sepasang kekasih, pria itu memeluk pinggang si wanita, Auryn hanya menggelengkan kepalanya saat melihat itu. "Dasar nggak tahu tempat" gumamnya kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain. "Ngomong ama siapa sih Ryn" "Et dah kalian, bikin kaget aja" gerutu Auryn saat Vania dab Zelina yang sudah ada di depannya. "Ayo ah aku sudah lapar" ujar Zelina kemudian. "Kalian bawa mobil sendiri" "Kebetulan aku tadi di antar papa, Vania juga diantar" "Berarti pakai mobil aku ya, ya udah ayo naik" Auryn membuka pintu mobilnya dan masuk, begitupun Vania dan Zelina. Vania menunjukkan jalan ke arah cafe Savana, letaknya tak jauh dari RS health and health, hanya butuh waktu 15 menit saja dengan mobil. Auryn memarkirkan mobilnya disudut, ketiganya turun dan memasuki cafe, mereka memilih tempat yang agak dalam. Mereka memesan makanan dan larut dalam obrolan yang seru, hingga ber jam jam mereka bercakap cakap. Auryn menatap ke arah pintu cafe, seperti ada y
Heat: 439
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

30 Days

Kehidupan yang aku inginkan yaitu kebahagiaan dan ketenangan. Sejak kecil aku berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang akedemik untuk membuat kedua orang tuaku bangga dan aku ingin berhasil membahagiakan mereka. Namun kehidupan tenangku tiba-tiba berubah sejak saudara kembarku dikabarkan menghilang. Entah apa yang terjadi padanya. Aku memang dibesarkan oleh kedua orang tuaku tapi Zava sejak kecil dibesarkan pamanku Edwar. Aku dan Zava hanya bertemu beberapa kali dan dari sikapnya kepadaku aku tahu dia tidak menyukaiku karena aku begitu mirip dengannya.\n Saat ini Paman Edwar menatapku dengan sendu, saat Mama memintaku untuk segera pulang karena aku tinggal di Apartemen dan bekerja di sebuah perusahaan yang cukup jauh dari kediaman orang tuaku. Aku merasa pasti ada sesuatu yang terjadi karena kedua orang tuaku tidak pernah memintaku pulang mendadak seperti saat ini dan ternyata apa yang kupikirkan benar. Kabar yang begitu mengejutkan karena Zava menghilang tanpa kabar.\n Zava adalah kakak perempuanku, ia merupakan seorang model terkenal dan jika berita kehilangan Zava terkuak maka perusahaan keluarga besar kami sepertinya akan terancam bangkrut. Aku hanya mendengar cerita dari Mama beberapa tahun yang lalu mengenai pernikahan Zava dengan keluarga Cristopher yang sangat berpengaruh di negara ini. Keluarga kami dilarang untuk muncul ke publik karena publik hanya tahu Zava adalah putri kandung Paman Edwar dan ia tidak memiliki saudara kembar sepertiku.\n "Zack kamu harus ingat janji yang pernah kamu ucapkan. Kau lebih memilih menikah dengan Selena orang yang ditugaskan untuk membunuhku. Aku mengizinkan dia hidup karena kalian berjanji kapanpun aku meminta hidup kalian. Kalian akan memberikannya!" ucap Paman Edwar.\n Aku masih bingung dengan pembicaraan antara Paman dan Papa. Entah situasi apa yang sedang kami hadapi saat ini yang jelas aku melihat tatapan Mama terlihat sangat ketakutan. Aku memeluk lengan Mama dan berusaha membuat Mama tenang. Kehilangan Zava menjadi pukulan terberat bagi Mama. Apa lagi sejak kec
Heat: 388
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: 娱乐
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

30 Days

"Kau harus menikah denganku!" "Tidak! Mengapa aku harus menikah denganmu" "Tidak ada pilihan lain, jika kamu menolak, aku bisa saja membuatmu berhenti dari kuliahmu dan menuntutmu karena telah mempertaruhkan nyawa orang lain." "Tidak adakah cara lain Aku masih kuliah, dan aku belum siap untuk menikah." "Tidak ada penolakan! Secepatnya kita akan menikah, jadi bersiap-siaplah." "Hey tunggu! Kau tidak bisa seenaknya memutuskan." Meisya terduduk lesu di lorong rumah sakit. Bagaimana mungkin diumurnya yang masih muda ia harus menikah, ditambah lagi ia harus menikah dengan seorang duda. Entah pernikahan macam apa yang nanti akan dijalaninya. Pernikahan tanpa cinta. "Arghh.., mengapa takdir begitu buruk mempertemukanku dengan lelaki semacam dia" Sosok itu mematut dirinya di depan meja rias, matanya menatap lesu pada bayangan seorang gadis yang tengah mengenakan baju pengantin berwarna putih dengan make up yang lumayan tebal, untuk menutupi lingkaran hitam yang ada di sekeliling matanya. Gadis dalam bayangan itu tampak terlihat lebih dewasa dari pada biasanya. Rambutnya disanggul rapi dengan penjepit rambut yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Kebaya putih panjang yang sedikit mengekspos pundaknya, membalut tubuhnya yang ramping namun berisi dengan sempurna. Tidak ada yang spesial dari baju pengantin yang dipakainya, hanya saja saat Meisya yang mengenakan gaun pengantin itu, gaun tersebut tampak begitu pas dan cantik membalut tubuhnya. Lagi-lagi suara helaan napas terdengar dari mulut gadis tersebut, atau lebih tepatnya seorang wanita setelah ia resmi menikah sebentar lagi. Sedikit pun tidak terpikir di benak Meisya bahwa ia akan menikah semuda ini. Jika saja diizinkan, saat ini ia sangat ingin kabur dan melarikan diri dari acara pernikahan ini. Tapi ia tidak boleh egois dan memikirkan diri sendiri, sementara di luar sana ada seseorang yang dengan begitu berharap menginginkannya menjadi penyemangat hidupnya. Mau tidak mau ia harus tetap menjalankan pernikahan ini, demi kesembuhan anak itu. Ya, harus! Cklek "Oh Meisya.. lihatlah, hari ini kamu sangat cantik sayang. Mama tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini." Mama Meisya atau yang biasa dipanggil Reina Holand memeluk Meisya dengan erat, hingga membuat Meisya ikut terhanyut dalam pelukan hangat ibunya yang sangat ia sayangi. "Mama berdoa semoga kamu bahagia bersama suamimu nanti sayang." 'Ya, semoga saja.' Meisya hanya bisa tersenyum paksa di hadapan mamanya, karena yang mamanya tahu Meisya menikah dengan seseorang yang dicintainya. Berbanding terbalik dengan kenyataan yang sebenarnya, Meisya menikah bukan atas dasar cinta, akan tetapi sebuah keharusan yang tidak bisa disangkalnya. Flashback Saat Meisya kembali ke taman, ia melihat seorang anak kecil yang hendak terserempet motor. Meisya yang terkejut segera berlari ke arah anak tersebut dan berniat menolongnya. Tapi naas, saat Meisya berniat menolong anak itu, ternyata motor yang melintas begitu kencang membuat Meisya secara refleks mendorong anak itu ke arah pinggiran trotoar. Untunglah tidak ada hal fatal yang disebabkan dari kecelakaan tadi. Tapi Meisya tidak menyangka bahwa perbuatannya yang berniat menolong anak tersebut malah berujung fatal. Dokter mengatakan sewaktu Meisya mendorong anak tersebut, ternyata bagian pinggang anak tersebut membentur pinggiran trotoar dengan cukup keras. Hingga menyebabkan ginjal di sebelah kiri anak tersebut yang memang pada dasarnya kurang berfungsi secara sempurna harus segera dioperasi secepat mungkin. Jika tidak, maka akan berakibat fatal pada keselamatan anak itu. Meisya hanya menunduk dalam, ia tidak menyangka bahwa niatannya untuk menolong anak itu akan berakibat pada keselamatan anak itu sendiri. 'Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan untuk menolong anak ini' meskipun baru beberapa minggu yang lalu Meisya mengenal anak manis bernama Mika ini, ia sudah cukup menyayangi anak itu. Meisya sama sekali tidak menyangka bahwa anak sekecil Mika sudah harus menanggung penderitaan seberat ini. Salah satu ginjal gadis manis ini tidak berfungsi dengan sempur
Heat: 377
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

27 Days

Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mempengaruhinya untuk tidak menyukai kekasihnya itu. Mungkin keputusan yang aku ambil ini bisa dibilang jahat. Tapi aku tidak bisa diam saja sementara adikku meregang nyawa di rumah sakit. Biarlah aku berkorban perasaanku. *** “Puas kan, lo udah hancurin semua mimpi gue” Adrian mendorongku sampai terjatuh di samping tempat tidur. “Dasar cewe matre, gue tahu lo dibayar sama nyokap gue buat nikah sama gue.” Adrian tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu alasan aku menerima uang itu. Aku terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun. Karena pada kenyataannya memang benar. Aku baru saja menghancurkan mimpinya untuk menikahi seorang Nancy yang sangat cantik dan sempurna. “Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini, apalagi uangku. Kau tidak akan mendapat apapun kecuali rasa sakit yang lama lama akan menggerogoti tubuhmu.” Adrian berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras-keras. *** Sudah genap satu bulan aku menjadi istrinya. Tanpa senyum darinya, tanpa kata-kata manis, bahkan sekedar ucapan selamat pagi. Apartemen ini rasanya sangat sunyi. Dia selalu mengabaikanku seolah aku tidak ada. Aku masih bisa menerimanya. Ini memang salahku, setidaknya dia tidak kasar padaku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Suatu malam dia datang ke kamar ketika aku sudah terlelap. Dia mengikat kedua tanganku dengan tali ke salah satu besi di sandaran tempat tidurku. Saat itu aku tersadar dan sedikit panik. “A-Adrian kenapa aku diikat seperti ini” Dia menyeringai sambil menatapku penuh gairah. “Ibuku sudah membayar mahal dirimu, bukankah rugi kalau aku tidak menggunakan apa yang sudah dibelikan ibuku un
Heat: 362
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

29 Days

Kehidupan yang aku inginkan yaitu kebahagiaan dan ketenangan. Sejak kecil aku berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang akedemik untuk membuat kedua orang tuaku bangga dan aku ingin berhasil membahagiakan mereka. Namun kehidupan tenangku tiba-tiba berubah sejak saudara kembarku dikabarkan menghilang. Entah apa yang terjadi padanya. Aku memang dibesarkan oleh kedua orang tuaku tapi Zava sejak kecil dibesarkan pamanku Edwar. Aku dan Zava hanya bertemu beberapa kali dan dari sikapnya kepadaku aku tahu dia tidak menyukaiku karena aku begitu mirip dengannya.\n Saat ini Paman Edwar menatapku dengan sendu, saat Mama memintaku untuk segera pulang karena aku tinggal di Apartemen dan bekerja di sebuah perusahaan yang cukup jauh dari kediaman orang tuaku. Aku merasa pasti ada sesuatu yang terjadi karena kedua orang tuaku tidak pernah memintaku pulang mendadak seperti saat ini dan ternyata apa yang kupikirkan benar. Kabar yang begitu mengejutkan karena Zava menghilang tanpa kabar.\n Zava adalah kakak perempuanku, ia merupakan seorang model terkenal dan jika berita kehilangan Zava terkuak maka perusahaan keluarga besar kami sepertinya akan terancam bangkrut. Aku hanya mendengar cerita dari Mama beberapa tahun yang lalu mengenai pernikahan Zava dengan keluarga Cristopher yang sangat berpengaruh di negara ini. Keluarga kami dilarang untuk muncul ke publik karena publik hanya tahu Zava adalah putri kandung Paman Edwar dan ia tidak memiliki saudara kembar sepertiku.\n "Zack kamu harus ingat janji yang pernah kamu ucapkan. Kau lebih memilih menikah dengan Selena orang yang ditugaskan untuk membunuhku. Aku mengizinkan dia hidup karena kalian berjanji kapanpun aku meminta hidup kalian. Kalian akan memberikannya!" ucap Paman Edwar.\n Aku masih bingung dengan pembicaraan antara Paman dan Papa. Entah situasi apa yang sedang kami hadapi saat ini yang jelas aku melihat tatapan Mama terlihat sangat ketakutan. Aku memeluk lengan Mama dan berusaha membuat Mama tenang. Kehilangan Zava menjadi pukulan terberat bagi Mama. Apa lagi sejak kec
Heat: 362
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: 娱乐
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

25 Days

Gama Side 1 Aku duduk termenung di salah satu restoran mall di ibukota yang aku datangi ini setelah pertemuan dengan rekan bisnisku. Pikiran ku melayang pada seorang gadis yang saat ini menyandang status sebagai seorang istri dari pria lain. Ya.. Aku adalah pria yang gagal move on setelah ditinggalkan oleh mantan kekasihku menikah. Kinanti Alexa Danudirja... Wanita yang bersarang di hatiku selama hampir 6tahun ini. Wanita yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun. Andai saja aku tidak melakukan kesalahan besar dimasa lalu, mungkin saat ini akulah yang menjadi suaminya. Bukan si pria gila yang beberapa kali membuat wajahku hancur karena keposesifannya itu. Tapi aku akui, pria itu jauh lebih baik dari pada diriku yang hanya seorang pengecut dan pria dengan masa lalu kotor. Mabuk-mabukan dan a night of passion sudah menjadi keseharianku menjalani hidup semasa remaja. Puncaknya sampai dimana aku melukai Kinanti begitu dalam lima tahun yang lalu yang membuat dia dan diriku merasakan trauma mendalam. Setelah aku menyakiti Kinanti, aku tidak bisa berhubungan dengan wanita lain lagi karena bayangan masa lalu karena perbuatan bejatku terhadap Kinan. Free sex sudah bukan menjadi kebiasaanku lagi setelah lima tahun lalu aku pindah ke Singapura untuk menghilang dari hadapan Kinan sesuai perintah wanita dengan senyum manis itu. Kinan.. Mengapa sangat sulit menghilangkan bayanganmu Aku ingat kata-kata tulusnya ketika aku datang ke pesta pernikahannya yang mengharapkan kebahagiaan untukku. Kebahagiaan Pantaskah aku bahagia Ya Allah, bisakah aku bahagia seperti yang diinginkan Kinan Arrghh.. Sudahlah.. Mengapa aku selalu jadi mellow begini jika selalu teringat Kinan. Lebih baik aku pergi dan menyibukkan diri dengan pekerjaanku. Aku beranjak dari dudukku dan menuju kearah kasir untuk membayar pesananku. Setelah sampai di meja kasir, aku mengeluarkan kartu debitku untuk pembayaran. Aku melihat sang kasir beberapa kali mencuri pandang kearahku. Aku sudah terbiasa dengan ini. Kata orang-orang wajahku tampan dan mampu membuat wanita bertekuk lutut. Tapi mengapa tidak berlaku pada Kinan Shit!! Mengapa aku kembali memikirkannya Hentikan Gama, dia sudah menjadi milik orang lain. Poor you Gama. Usia 23th masih betah menjomblo karena Gagal Move On.. Sial!! Aku melangkah keluar area restoran menuju eskalator turun setelah selesai proses pembayaran. Dukk.. "aduh.." Tiba-tiba ada seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki yang tingginya selututku menabrakkan dirinya padaku dan terjatuh. Akupun berjongkok untuk membangunkannya. "hey.. Kamu gak papa" tanya ku lembut setelah berhasil membuatnya berdiri kembali. Deg.. Wajah ini.. Anak kecil itu menatapku dengan tatapan yang lucu, polos dan imut khas tatapan anak kecil. "kenapa kamu lari-larian, sayang.." "atu.. Lagi numpet dali mama.." ucap anak kecil itu polos yang entah mengapa membuatku tertawa karena gaya bahasanya yang lucu. "kok pakai ngumpet segala" tanyaku setelah meredakan tawa. "abisan mamanya ngecelin.. Gala tan mau main di temjone, eh tata mama becok aja. Padalan Atu tan maunya main cetalang!! " ucap anak laki-laki itu sambil bersedekap dengan memanyunkan bibirnya lucu yang membuatku semakin melebarkan senyum. "kamu nggak boleh seperti itu, mungkin mama kamu lagi ada urusan jadinya gak bisa main sekarang" nasihat ku yang membuat anak kecil di depanku ini menatapku sambil mengernyitkan alisnya seolah sedang berfikir. "beditu ya" tanyanya yang aku balas anggukan. "Iya. Hmm.. Memang biasanya mama kamu gak bolehin kamu main ke time zone" tanyaku penasaran. Eh Kenapa aku jadi penasaran begini "eng.. eng.. enggak cih.. Biacanya mama celalu itutin maunya Gala.. Tapi Munkin benel tata om ya.. Mama ladi ada ulucan.." ucapnya lucu sambil mengerutkan alisnya dan jangan lupakan jari telunjuknya yang berada di dahi yang menandakan Ia sedang memikirkan apa yang aku katakan. Ya ampun.. Lucu sekali anak ini!! Bolehkah aku bawa pulang What Apa yang aku fikirkan Yang ada nanti orang tua anak ini melaporkanku pada pihak yang berwa
Heat: 349
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

27 Days

Kehidupan yang aku inginkan yaitu kebahagiaan dan ketenangan. Sejak kecil aku berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang akedemik untuk membuat kedua orang tuaku bangga dan aku ingin berhasil membahagiakan mereka. Namun kehidupan tenangku tiba-tiba berubah sejak saudara kembarku dikabarkan menghilang. Entah apa yang terjadi padanya. Aku memang dibesarkan oleh kedua orang tuaku tapi Zava sejak kecil dibesarkan pamanku Edwar. Aku dan Zava hanya bertemu beberapa kali dan dari sikapnya kepadaku aku tahu dia tidak menyukaiku karena aku begitu mirip dengannya.\n Saat ini Paman Edwar menatapku dengan sendu, saat Mama memintaku untuk segera pulang karena aku tinggal di Apartemen dan bekerja di sebuah perusahaan yang cukup jauh dari kediaman orang tuaku. Aku merasa pasti ada sesuatu yang terjadi karena kedua orang tuaku tidak pernah memintaku pulang mendadak seperti saat ini dan ternyata apa yang kupikirkan benar. Kabar yang begitu mengejutkan karena Zava menghilang tanpa kabar.\n Zava adalah kakak perempuanku, ia merupakan seorang model terkenal dan jika berita kehilangan Zava terkuak maka perusahaan keluarga besar kami sepertinya akan terancam bangkrut. Aku hanya mendengar cerita dari Mama beberapa tahun yang lalu mengenai pernikahan Zava dengan keluarga Cristopher yang sangat berpengaruh di negara ini. Keluarga kami dilarang untuk muncul ke publik karena publik hanya tahu Zava adalah putri kandung Paman Edwar dan ia tidak memiliki saudara kembar sepertiku.\n "Zack kamu harus ingat janji yang pernah kamu ucapkan. Kau lebih memilih menikah dengan Selena orang yang ditugaskan untuk membunuhku. Aku mengizinkan dia hidup karena kalian berjanji kapanpun aku meminta hidup kalian. Kalian akan memberikannya!" ucap Paman Edwar.\n Aku masih bingung dengan pembicaraan antara Paman dan Papa. Entah situasi apa yang sedang kami hadapi saat ini yang jelas aku melihat tatapan Mama terlihat sangat ketakutan. Aku memeluk lengan Mama dan berusaha membuat Mama tenang. Kehilangan Zava menjadi pukulan terberat bagi Mama. Apa lagi sejak kec
Heat: 347
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: 娱乐
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

24 Days

"Dokter Auryn, pasien gawat di IGD butuh penanganan segera" "Baik suster" Auryn melangkah cepat menuju IGD, ia yang baru menyuapkan 2 sendok makanan ke mulutnya segera menyelesaikan acara makannya. Hal seperti ini sudah biasa ia alami sejak 1 tahun ini, saat ia bekerja di RS. Health and Health. Dengan cekatan Auryn menangani pasien di IGD dibantu seorang perawat, Auryn termasuk dokter muda yang terampil dan cekatan dalam menangani pasien, ia juga ramah dan menjawab semua pertanyaan keluarga pasien dengan sabar. Setelah tugasnya selesai ia duduk di kursi kerjanya di IGD membuat laporan, seorang perawat duduk di hadapannya. "Dokter Auryn" "Ada suster Mia" "Akan ada 2 dokter baru di RS ini" "Baguslah, biar nggak terlalu keteteran saya disini, saya juga ada yang bantuin" "Ada 1 kabar bagus lagi dok" "Apa itu" "Putra pemilik rumah sakit juga akan praktek di rumah sakit ini" "Putra pemilik rumah sakit Bukannya dia hanya memiliki 3 orang putri yang semuanya memiliki klinik masing masing" "Ini putra bungsunya dokter Auryn" "Oh ...." "Kok oh doang sih dok" "Loh...lalu saya harus bilang apa" "Ya nanya kek namanya siapa, masih single atau sudah menikah" "Untuk apa saya bertanya seperti itu" "Ya mungkin nanti dokter Auryn bisa dekat dengannya, dokter kan nggak punya pacar, malam minggu aja sering dinas di rumah sakit" Auryn tergelak mendengar ucapan perawat itu. "Tahu aja sih suster, sssttt... Jangan bilang bilang, malu lah kalau banyak yang tahu saya jomblo" "Tapi high quality jomblo dok" "Hahaha bisa aja suster, baiklah sepertinya jam kerja saya hampir selesai, saya bersiap dulu ya, mau pulang." "Baik dokter, saya juga harus pulang" Auryn melangkah menuju locker dimana ia menyimpan tasnya, ia melepas snelli yang ia pakai, juga stetoskop di lehernya. Stetoskop ia letakkan di tas miliknya sedangkan snelli ia lipat dan ia letakkan di locker miliknya. Ia menuju kamar mandi untuk cuci mukanya yang penat. Jam menunjukkan pukul 7 malam saat ia membelokkan mobil warna biru miliknya membelah pintu gerbang rumahnya, ia parkirkan di samping mobil papanya, Alphard berwarna metalik. Auryn turun dari mobil dan berjalan masuk dalam rumah. Sepi dirasakannya, tak ia lihat mama, papa dan adik laki lakinya, Ardan. Ia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2, saat melewati kamar Ardan, ia bisa melihat Ardan sedang belajar. Adiknya itu memang anak penurut, selalu mengikuti keinginan kedua orangtuanya. Kuliah jurusan ekonomi perbankan karena ayah mereka memiliki bank Swasta besar, awalnya kedua orangtua Auryn mengharapkan Auryn yang bisa masuk fakultas ekonomi dan jurusan perbankan namun Auryn menolak, sejak SMP Auryn suka ikut kegiatan sosial terlebih yang berhubungan dengan pengobatan yaitu PMR, ia memang bercita cita sebagai dokter sejak itu dan akhirnya ia bisa masuk fakultas kedokteran di universitas terbaik juga sebagai lulusan terbaik dengan predikat cum laude. Keputusan Auryn membuat papanya murka karena melenceng dari apa yang ia inginkan, ia sangat menentang profesi Auryn itu, hingga Auryn tak pernah berkeluh kesah tentang profesinya itu, padahal saat ada masalah ia ingin menumpahkan masalahnya pada mama atau papanya namun tak ia lakukan karena pasti akan membuat kedua orangtuanya menyalahkan dirinya karena memilih profesi dokter. "Ar......." Auryn berdiri di ambang pintu kamar adiknya. Ardan yang fokus belajar menoleh dan tersenyum. "Kak Auryn...masuk kak" "Kamu sedang belajar ya, mama dan papa kemana" "Iya kak. Papa dan mama kan sedang gathering, ada undangan dari klien, baru juga berangkat, kenapa kak" "Hhh...sudah lama banget ya kita nggak makan malam bersama Ar, mama selalu sibuk dengan acara acara seperti ini." "Dari dulu kan seperti ini kak" "Ya sudahlah kakak mau ke kamar" Auryn melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Ardan, ia lemparkan tas tangannya di atas ranjang, ia juga menghempaskan tubuhnya disana. Sudah sangat lama tidak ada acara makan malam bersama di rumah ini, papa dan mamanya selalu sibuk mengikuti gathering ini, meeting disana, lobby klien itu sehingga rumah terasa sepi, h
Heat: 309
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

24 Days

Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mempengaruhinya untuk tidak menyukai kekasihnya itu. Mungkin keputusan yang aku ambil ini bisa dibilang jahat. Tapi aku tidak bisa diam saja sementara adikku meregang nyawa di rumah sakit. Biarlah aku berkorban perasaanku. *** “Puas kan, lo udah hancurin semua mimpi gue” Adrian mendorongku sampai terjatuh di samping tempat tidur. “Dasar! Gue tahu lo dibayar sama nyokap gue buat nikah sama gue.” Adrian tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu alasan aku menerima uang itu. Aku terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun. Karena pada kenyataannya memang benar. Aku baru saja menghancurkan mimpinya untuk menikahi seorang Nancy yang sangat cantik dan sempurna. “Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini, apalagi uangku. Kau tidak akan mendapat apapun kecuali rasa sakit yang lama lama akan menggerogoti tubuhmu.” Adrian berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras-keras. *** Sudah genap satu bulan aku menjadi istrinya. Tanpa senyum darinya, tanpa kata-kata manis, bahkan sekedar ucapan selamat pagi. Apartemen ini rasanya sangat sunyi. Dia selalu mengabaikanku seolah aku tidak ada. Aku masih bisa menerimanya. Ini memang salahku, setidaknya dia tidak kasar padaku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Suatu malam dia datang ke kamar ketika aku sudah terlelap. Dia mengejutkanku dengan ucapannya yang aneh. “Mari kita mulai permainan kita!” Ucapnya sambil menyeringai. Dia menyentuhku dengan kasar. Air mataku sudah menggenang di pelupuk mata mendapati perlakuan kasar tersebut. Sungguh aku bergandengan tangan dengan seorang laki-laki saja tidak pernah. Adrian pun melakukan apa yang seorang suami
Heat: 290
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

20 Days

Adriani Renata, seorang Accounting Consultant berusia 30 tahun, menolak perjodohannya dengan Prayoga Dimas Djojodiningrat (Yoga) yang merupakan salah satu pewaris Djojodiningrat Corporation dan juga seorang Corporate Lawyer berusia 34 tahun. Yoga yang sudah menyukai Renata sejak 9 tahun yang lalu, menjebak Renata dengan sebuah rekaman suara perbincangannya dengan sahabatnya, di sebuah night club, yang membicarakan mengenai Renata yang masih menginginkan Haikal Salim akan kembali padanya padahal pria itu kini sudah menyandang status sebagai kakak iparnya.\n\nAkankah Yoga berhasil menjebak Renata untuk menerima perjodohan mereka Akankah Renata menyadari perasaan Yoga padanya\n\n***\n\n"Kalau kamu berani sentuh aku, aku pastikan aku akan potong punya kamu itu!" teriak Renata yang berhasil membuat Yoga tertawa.\n\n"Oh, ya"\n\n"Iya, aku akan mutilasi burung kamu itu! Aku juga akan mutilasi kamu!"\n\n"Yah, aku mati dong"\n\n"Iya! Bagus! Berkurang satu manusia menyebalkan di muka bumi ini!"\n\n"Sayang, kalau aku mati dibunuh kamu, kamu akan jadi perawan tua yang setiap malam aku gentayangin. Kamu mau"\n\nRenata mendengus dengan nada mengejek. "Hei, tuan pengacara, kalau kamu mati, aku akan menikah sama pria yang jauh lebih baik daripada kamu!"\n\n"Gak masalah. Aku akan merasuki badan suami kamu. Jadi, kamu akan tetap berhubungan badan sama aku."\n\nRenata merinding mendengar ucapan Yoga, sedangkan Yoga mulai tertawa melihat Renata yang menatapnya penuh ketakutan dan amarah yang berkecamuk di dirinya.\n\n"Yogaaaaaaa!!!!!!!!!" teriaknya.\n\n"Kenapa Sayang" ujar Yoga dengan begitu santai setelah mendapatkan teriakan dari gadisnya yang lucu itu.\n\n"Dosa apa sih aku Kenapa aku harus dijodohin sama manusia kayak kamu!"\n\n***\n\nPerfect Marriage Partner by mayawaldorf.\n\nHappy reading, folks! :)
Heat: 251
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

19 Days

"Dokter Auryn, pasien gawat di IGD butuh penanganan segera" "Baik suster" Auryn melangkah cepat menuju IGD, ia yang baru menyuapkan 2 sendok makanan ke mulutnya segera menyelesaikan acara makannya. Hal seperti ini sudah biasa ia alami sejak 1 tahun ini, saat ia bekerja di RS. Health and Health. Dengan cekatan Auryn menangani pasien di IGD dibantu seorang perawat, Auryn termasuk dokter muda yang terampil dan cekatan dalam menangani pasien, ia juga ramah dan menjawab semua pertanyaan keluarga pasien dengan sabar. Setelah tugasnya selesai ia duduk di kursi kerjanya di IGD membuat laporan, seorang perawat duduk di hadapannya. "Dokter Auryn" "Ada suster Mia" "Akan ada 2 dokter baru di RS ini" "Baguslah, biar nggak terlalu keteteran saya disini, saya juga ada yang bantuin" "Ada 1 kabar bagus lagi dok" "Apa itu" "Putra pemilik rumah sakit juga akan praktek di rumah sakit ini" "Putra pemilik rumah sakit Bukannya dia hanya memiliki 3 orang putri yang semuanya memiliki klinik masing masing" "Ini putra bungsunya dokter Auryn" "Oh ...." "Kok oh doang sih dok" "Loh...lalu saya harus bilang apa" "Ya nanya kek namanya siapa, masih single atau sudah menikah" "Untuk apa saya bertanya seperti itu" "Ya mungkin nanti dokter Auryn bisa dekat dengannya, dokter kan nggak punya pacar, malam minggu aja sering dinas di rumah sakit" Auryn tergelak mendengar ucapan perawat itu. "Tahu aja sih suster, sssttt... Jangan bilang bilang, malu lah kalau banyak yang tahu saya jomblo" "Tapi high quality jomblo dok" "Hahaha bisa aja suster, baiklah sepertinya jam kerja saya hampir selesai, saya bersiap dulu ya, mau pulang." "Baik dokter, saya juga harus pulang" Auryn melangkah menuju locker dimana ia menyimpan tasnya, ia melepas snelli yang ia pakai, juga stetoskop di lehernya. Stetoskop ia letakkan di tas miliknya sedangkan snelli ia lipat dan ia letakkan di locker miliknya. Ia menuju kamar mandi untuk cuci mukanya yang penat. Jam menunjukkan pukul 7 malam saat ia membelokkan mobil warna biru miliknya membelah pintu gerbang rumahnya, ia parkirkan di samping mobil papanya, Alphard berwarna metalik. Auryn turun dari mobil dan berjalan masuk dalam rumah. Sepi dirasakannya, tak ia lihat mama, papa dan adik laki lakinya, Ardan. Ia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2, saat melewati kamar Ardan, ia bisa melihat Ardan sedang belajar. Adiknya itu memang anak penurut, selalu mengikuti keinginan kedua orangtuanya. Kuliah jurusan ekonomi perbankan karena ayah mereka memiliki bank Swasta besar, awalnya kedua orangtua Auryn mengharapkan Auryn yang bisa masuk fakultas ekonomi dan jurusan perbankan namun Auryn menolak, sejak SMP Auryn suka ikut kegiatan sosial terlebih yang berhubungan dengan pengobatan yaitu PMR, ia memang bercita cita sebagai dokter sejak itu dan akhirnya ia bisa masuk fakultas kedokteran di universitas terbaik juga sebagai lulusan terbaik dengan predikat cum laude. Keputusan Auryn membuat papanya murka karena melenceng dari apa yang ia inginkan, ia sangat menentang profesi Auryn itu, hingga Auryn tak pernah berkeluh kesah tentang profesinya itu, padahal saat ada masalah ia ingin menumpahkan masalahnya pada mama atau papanya namun tak ia lakukan karena pasti akan membuat kedua orangtuanya menyalahkan dirinya karena memilih profesi dokter. "Ar......." Auryn berdiri di ambang pintu kamar adiknya. Ardan yang fokus belajar menoleh dan tersenyum. "Kak Auryn...masuk kak" "Kamu sedang belajar ya, mama dan papa kemana" "Iya kak. Papa dan mama kan sedang gathering, ada undangan dari klien, baru juga berangkat, kenapa kak" "Hhh...sudah lama banget ya kita nggak makan malam bersama Ar, mama selalu sibuk dengan acara acara seperti ini." "Dari dulu kan seperti ini kak" "Ya sudahlah kakak mau ke kamar" Auryn melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Ardan, ia lemparkan tas tangannya di atas ranjang, ia juga menghempaskan tubuhnya disana. Sudah sangat lama tidak ada acara makan malam bersama di rumah ini, papa dan mamanya selalu sibuk mengikuti gathering ini, meeting disana, lobby klien itu sehingga rumah terasa sepi, h
Heat: 234
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

19 Days

Kehidupan yang aku inginkan yaitu kebahagiaan dan ketenangan. Sejak kecil aku berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang akedemik untuk membuat kedua orang tuaku bangga dan aku ingin berhasil membahagiakan mereka. Namun kehidupan tenangku tiba-tiba berubah sejak saudara kembarku dikabarkan menghilang. Entah apa yang terjadi padanya. Aku memang dibesarkan oleh kedua orang tuaku tapi Zava sejak kecil dibesarkan pamanku Edwar. Aku dan Zava hanya bertemu beberapa kali dan dari sikapnya kepadaku aku tahu dia tidak menyukaiku karena aku begitu mirip dengannya.\n Saat ini Paman Edwar menatapku dengan sendu, saat Mama memintaku untuk segera pulang karena aku tinggal di Apartemen dan bekerja di sebuah perusahaan yang cukup jauh dari kediaman orang tuaku. Aku merasa pasti ada sesuatu yang terjadi karena kedua orang tuaku tidak pernah memintaku pulang mendadak seperti saat ini dan ternyata apa yang kupikirkan benar. Kabar yang begitu mengejutkan karena Zava menghilang tanpa kabar.\n Zava adalah kakak perempuanku, ia merupakan seorang model terkenal dan jika berita kehilangan Zava terkuak maka perusahaan keluarga besar kami sepertinya akan terancam bangkrut. Aku hanya mendengar cerita dari Mama beberapa tahun yang lalu mengenai pernikahan Zava dengan keluarga Cristopher yang sangat berpengaruh di negara ini. Keluarga kami dilarang untuk muncul ke publik karena publik hanya tahu Zava adalah putri kandung Paman Edwar dan ia tidak memiliki saudara kembar sepertiku.\n "Zack kamu harus ingat janji yang pernah kamu ucapkan. Kau lebih memilih menikah dengan Selena orang yang ditugaskan untuk membunuhku. Aku mengizinkan dia hidup karena kalian berjanji kapanpun aku meminta hidup kalian. Kalian akan memberikannya!" ucap Paman Edwar.\n Aku masih bingung dengan pembicaraan antara Paman dan Papa. Entah situasi apa yang sedang kami hadapi saat ini yang jelas aku melihat tatapan Mama terlihat sangat ketakutan. Aku memeluk lengan Mama dan berusaha membuat Mama tenang. Kehilangan Zava menjadi pukulan terberat bagi Mama. Apa lagi sejak kec
Heat: 222
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: INSTALL_MOBILE_APP
Innovel

17 Days

"Dokter Auryn, pasien gawat di IGD butuh penanganan segera" "Baik suster" Auryn melangkah cepat menuju IGD, ia yang baru menyuapkan 2 sendok makanan ke mulutnya segera menyelesaikan acara makannya. Hal seperti ini sudah biasa ia alami sejak 1 tahun ini, saat ia bekerja di RS. Health and Health. Dengan cekatan Auryn menangani pasien di IGD dibantu seorang perawat, Auryn termasuk dokter muda yang terampil dan cekatan dalam menangani pasien, ia juga ramah dan menjawab semua pertanyaan keluarga pasien dengan sabar. Setelah tugasnya selesai ia duduk di kursi kerjanya di IGD membuat laporan, seorang perawat duduk di hadapannya. "Dokter Auryn" "Ada suster Mia" "Akan ada 2 dokter baru di RS ini" "Baguslah, biar nggak terlalu keteteran saya disini, saya juga ada yang bantuin" "Ada 1 kabar bagus lagi dok" "Apa itu" "Putra pemilik rumah sakit juga akan praktek di rumah sakit ini" "Putra pemilik rumah sakit Bukannya dia hanya memiliki 3 orang putri yang semuanya memiliki klinik masing masing" "Ini putra bungsunya dokter Auryn" "Oh ...." "Kok oh doang sih dok" "Loh...lalu saya harus bilang apa" "Ya nanya kek namanya siapa, masih single atau sudah menikah" "Untuk apa saya bertanya seperti itu" "Ya mungkin nanti dokter Auryn bisa dekat dengannya, dokter kan nggak punya pacar, malam minggu aja sering dinas di rumah sakit" Auryn tergelak mendengar ucapan perawat itu. "Tahu aja sih suster, sssttt... Jangan bilang bilang, malu lah kalau banyak yang tahu saya jomblo" "Tapi high quality jomblo dok" "Hahaha bisa aja suster, baiklah sepertinya jam kerja saya hampir selesai, saya bersiap dulu ya, mau pulang." "Baik dokter, saya juga harus pulang" Auryn melangkah menuju locker dimana ia menyimpan tasnya, ia melepas snelli yang ia pakai, juga stetoskop di lehernya. Stetoskop ia letakkan di tas miliknya sedangkan snelli ia lipat dan ia letakkan di locker miliknya. Ia menuju kamar mandi untuk cuci mukanya yang penat. Jam menunjukkan pukul 7 malam saat ia membelokkan mobil warna biru miliknya membelah pintu gerbang rumahnya, ia parkirkan di samping mobil papanya, Alphard berwarna metalik. Auryn turun dari mobil dan berjalan masuk dalam rumah. Sepi dirasakannya, tak ia lihat mama, papa dan adik laki lakinya, Ardan. Ia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2, saat melewati kamar Ardan, ia bisa melihat Ardan sedang belajar. Adiknya itu memang anak penurut, selalu mengikuti keinginan kedua orangtuanya. Kuliah jurusan ekonomi perbankan karena ayah mereka memiliki bank Swasta besar, awalnya kedua orangtua Auryn mengharapkan Auryn yang bisa masuk fakultas ekonomi dan jurusan perbankan namun Auryn menolak, sejak SMP Auryn suka ikut kegiatan sosial terlebih yang berhubungan dengan pengobatan yaitu PMR, ia memang bercita cita sebagai dokter sejak itu dan akhirnya ia bisa masuk fakultas kedokteran di universitas terbaik juga sebagai lulusan terbaik dengan predikat cum laude. Keputusan Auryn membuat papanya murka karena melenceng dari apa yang ia inginkan, ia sangat menentang profesi Auryn itu, hingga Auryn tak pernah berkeluh kesah tentang profesinya itu, padahal saat ada masalah ia ingin menumpahkan masalahnya pada mama atau papanya namun tak ia lakukan karena pasti akan membuat kedua orangtuanya menyalahkan dirinya karena memilih profesi dokter. "Ar......." Auryn berdiri di ambang pintu kamar adiknya. Ardan yang fokus belajar menoleh dan tersenyum. "Kak Auryn...masuk kak" "Kamu sedang belajar ya, mama dan papa kemana" "Iya kak. Papa dan mama kan sedang gathering, ada undangan dari klien, baru juga berangkat, kenapa kak" "Hhh...sudah lama banget ya kita nggak makan malam bersama Ar, mama selalu sibuk dengan acara acara seperti ini." "Dari dulu kan seperti ini kak" "Ya sudahlah kakak mau ke kamar" Auryn melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Ardan, ia lemparkan tas tangannya di atas ranjang, ia juga menghempaskan tubuhnya disana. Sudah sangat lama tidak ada acara makan malam bersama di rumah ini, papa dan mamanya selalu sibuk mengikuti gathering ini, meeting disana, lobby klien itu sehingga rumah terasa sepi, h
Heat: 206
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE
Innovel

19 Days

Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mempengaruhinya untuk tidak menyukai kekasihnya itu. Mungkin keputusan yang aku ambil ini bisa dibilang jahat. Tapi aku tidak bisa diam saja sementara adikku meregang nyawa di rumah sakit. Biarlah aku berkorban perasaanku. *** “Puas kan, lo udah hancurin semua mimpi gue” Adrian mendorongku sampai terjatuh di samping tempat tidur. “Dasar! Gue tahu lo dibayar sama nyokap gue buat nikah sama gue.” Adrian tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak mau tahu alasan aku menerima uang itu. Aku terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun. Karena pada kenyataannya memang benar. Aku baru saja menghancurkan mimpinya untuk menikahi seorang Nancy yang sangat cantik dan sempurna. “Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini, apalagi uangku. Kau tidak akan mendapat apapun kecuali rasa sakit yang lama lama akan menggerogoti tubuhmu.” Adrian berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras-keras. *** Sudah genap satu bulan aku menjadi istrinya. Tanpa senyum darinya, tanpa kata-kata manis, bahkan sekedar ucapan selamat pagi. Apartemen ini rasanya sangat sunyi. Dia selalu mengabaikanku seolah aku tidak ada. Aku masih bisa menerimanya. Ini memang salahku, setidaknya dia tidak kasar padaku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Suatu malam dia datang ke kamar ketika aku sudah terlelap. Dia mengejutkanku dengan ucapannya yang aneh. “Mari kita mulai permainan kita!” Ucapnya sambil menyeringai. Dia menyentuhku dengan kasar. Air mataku sudah menggenang di pelupuk mata mendapati perlakuan kasar tersebut. Sungguh aku bergandengan tangan dengan seorang laki-laki saja tidak pernah. Adrian pun melakukan apa yang seorang suami
Heat: 204
Website URL: com.dreame.reader.indonesia
Headline: N/A
Button label: LEARN_MORE