50 Best Kebaya Bali Ad Images in 2020 - BigSpy

Kebaya bali
RCee - Tas Phyton, Kebaya, dan Kain Bali
RCee - Tas Phyton, Kebaya, dan Kain Bali
RCee - Tas Phyton, Kebaya, dan Kain Bali
RCee - Tas Phyton, Kebaya, dan Kain Bali
RCee - Tas Phyton, Kebaya, dan Kain Bali
RCee - Tas Phyton, Kebaya, dan Kain Bali
Dreame - Read Best Romance
Episode 1 Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Episode 2 Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian be
Innovel
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang memp
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mem
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang mem
Olshopbali.id - Online Shop di Bali
Olshopbali.id - Online Shop di Bali
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang m
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang memp
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang m
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Innovel
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir akulah yang memp
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Innovel
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa p
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nan
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa p
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa p
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adrian berfikir
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Ime
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adr
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan
Dreame - Read Best Romance
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa penyebab tante Imel sangat tidak menyukai Nancy. Dan Adri
Dreame
Bulan madu seperti apakah yang diinginkan sepasang pengantin baru? Jika Alisa boleh berpendapat dia ingin pergi ke Bali. Harapan yang sederhana bukan? Dibandingkan dengan keliling Eropa atau keliling dunia seperti harapan wanita kebanyakan. Dia ingin sebuah ucapan selamat pagi dari laki-laki yang dicintainya ketika dia membuka mata. Dengan senyum manis yang membuatnya memiliki energi penuh untuk melewati harinya. Jalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan ,kemudian duduk di atas pasir putih menikmati matahari tenggelam sambil membicarakan masa depan panjang yang akan mereka jalani. Memikirkan berapa anak yang akan mereka miliki. Mulai memikirkan nama-nama lucu yang akan mereka berikan. Sambil sesekali tertawa karena saling melontarkan lelucon. Sesederhana itu Perfect Honeymoon dimata seorang Alisa Ayudia. Lalu bagaimana dengan Adrian Setyo Aji? Dengan penuh percaya diri dia akan menyebut sebuah kota yang menurutnya sangat romantis. Venice. Dia akan memanjakan mata dengan arsitektur klasik bangunan disana. Sambil bergandengan tangan mesra menikmati pagi, siang, sore bahkan malam hari. Sesekali mereka akan mengurung diri di dalam kamar hotel dan menikmati indahnya pagi dari balik jendela sambil masih berpelukan dalam keadaan tubuh telanjang di dalam selimut yang sama. Lalu seperti apakah Perfect Honeymoon yang diberikan Tuhan pada mereka? Semuanya akan jadi sangat berbeda dari bayangan mereka. Karena makna bahagia yang sesungguhnya baru saja akan mereka pelajari dalam pahitnya penderitaan yang terlebih dahulu diberikan takdir. Selamat menikmati kisah mereka. Jangan lupa siapkan minuman manis sebagai pelengkap rasa pahit dari setiap ujian yang mereka jalani! Sebuah pernikahan tanpa Cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila takdir berpihak padanya. Hari ini dia mengumandangkan ijab kabul dengan namaku yang sialnya terdengar merdu ketika di ucapkannya. Seharusnya bukan aku yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya. Seharusnya bukan aku yang didandani seperti Putri Raja dan membuat semua tamu undangan memandang takjub setiap kali bertata muka. Laki-laki itu, yang sekarang mungkin boleh ku sebut suamiku. Sebenarnya adalah pacar sahabatku sendiri. Dan dia membenciku setengah mati. Sudah terbayang kan bagaimana nantinya pernikahan ini akan berjalan ? Aku meremas kain kebaya yang membalut tubuhku dengan Indah. Tanganku berkeringat dan jantungku luar biasa berpacu. Ku lihat Nancy, memandangku dengan tatapn benci sekaligus terluka. Ku akui ketegarannya menyaksikan pacarnya menikahi sahabatnya sendiri. Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Aku memang pernah menyukai Adrian suamiku dahulu, saat kami masih duduk di bangku kuliah. Sebelum dia mengenal Nancy. Tapi untuk bermimpi menjadi temannya saja aku tidak berani. Dia terlalu bersinar dan aku hanya gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di kampus yang sama dengannya. Aku biasa berteman dengan anak-anak biasa yang lebih banyak menghabiskan sebagian waktu luangnya di perpustakaan. Sedangkan Adrian adalah laki-laki populer dimana saat dia berjalan semua perempuan memandangnya takjub. Ada yang menundukan wajahnya malu dan ada yang terang-terangan berteriak mengucapkan kata cinta kearahnya. Semua acara sudah selesai. Para tamu undangan sudah pergi. Adrian menarikku sedikit kasar kedalam mobil yang akan membawa kami ke apartemennya. Dia menolak pemberian rumah dari tante Imel ibunya. Dia bilang kami akan tinggal di apartemen saja. Aku sangat mengerti maksud dari semua itu. Dia pasti ingin membuatku menderita karena sudah berani menerima lamaran yang diajukan ibunya padaku. Aku menerima pernikahan ini bukan tanpa alasan. Adikku sakit jantung, dan dia membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya. Kemudian tante Imel datang menawari bantuan dengan syarat aku mau menikahi putranya. Aku sudah menolak pada awalnya, tapi alasan yang diucapkan tante Imel membuatku terpaksa menerimanya. Entah apa p