50 Best Film Porno Ad Images in 2020 - BigSpy

KINCIR.com
KINCIR.com
HiRead - Novels and Comics
Behind the Lie Bab 1 Siaran Live Porno Hari mulai gelap, malam sedikit dingin. Yanto yang sibuk seharian menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke rumah, menemukan bahwa istrinya, Meri, belum kembali, sepertinya lembur lagi. Karena Meri sering lembur akhir-akhir ini, Yanto sudah terbiasa, dia memakan sesuatu dengan asal untuk mengisi perutnya. Dia yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba teringat aplikasi yang direkomendasikan oleh rekan kerjanya hari ini. Katanya ada ratusan wanita yang melakukan siaran live di aplikasi ini, ada berbagai macam tipe, skala siaran live-nya besar, bahkan melebihi dari film AV dari Jepang. Setelah pemikiran seperti ini lahir, pikiran Yanto selalu gatal, mumpung sebelum istrinya belum pulang, dia mendownload aplikasi ini, menghabiskan puluhan ribu untuk mendaftar menjadi anggota, dengan segera di dalam ponsel muncul deretan ruang siaran live. Setelah melihat beberapa ruang siaran live, tubuh Yanto manjadi panas. Skala ini memang sangat besar, hampir semuanya adalah siaran live. Hanya saja wajah dan tubuh para host biasa saja, Yanto tidak tinggal terlalu lama di dalam, mulai mencari terus menerus, ingin mencari dan melihat host wanita yang disukainya. Setelah melihat puluhan ruang, Yanto masuk ke dalam ruang siaran live bernama "Bermain dengan Istri Orang Lain Lain". Host wanita di ruang ini adalah seorang wanita yang menggunakan topeng, mengenakan celana kulit yang ketat, tubuhnya seksi, dalam sekejap menarik perhatian Yanto. "Para penonton, jika ingin melihat penampilan yang lebih menarik, ayo beri hadiah!" Setelah beberapa saat, suara terdengar di dalam ruang siaran live, layar tiba-tiba meledak, semua itu adalah efek khusus dari pemberian hadiah, dan juga ada komentar yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengatakan bahwa mereka ingin host wanita itu. Yanto yang sudah bergairah juga tidak dapat menahan, melakukan top-up sebanyak puluhan ribu dan mengirimnya. Meskipun dia adalah orang dewasa yang sudah menikah, tetapi melihat adegan seperti itu, Yanto juga merasa bahwa dia sudah tidak tahan, dia ingin buru-buru bergabung dengannya, pertama-tama membuka topeng wanita ini, melihat seperti apa rupanya, kemudian pelan-pelan menikmatinya. Setelah siaran live berakhir, Yanto merasa ada api di tubuhnya yang tidak bisa keluar, dia tidak ada niat untuk menonton ruang siaran lainnya, buru-buru ingin melampiaskannya. Tapi Meri masih belum pulang kerja, Yanto hanya bisa menunggu di rumah. Tidak tahu terlewat berapa lama, ketika Yanto menunggu di sofa dan hampir tertidur, dia mendengar suara pintu dibuka. Dia langsung berdiri, melihat bahwa Meri membuka pintu dan berjalan masuk. semuanya memancarkan pesona wanita, membuat Yanto yang melihatnya makin haus. Dia dan Meri adalah teman sekelas semasa SMA, dia adalah bunga sekolah, wajah dan tubuhnya menonjol, mereka berdua berpacaran selama 6 tahun, baru menikah tahun lalu. Yanto selalu merasa bahwa dia dapat menikahinya adalah keberuntungan dirinya, jadi dia lebih menghargainya. "Suamiku, apa kamu sudah makan? Jika belum, sekarang aku akan memasaknya untukmu." Meri bertanya dengan perhatian, sambil mengganti sepatunya. "Sudah makan." Yanto menyahut dengan asal. Sekarang dia hanya punya satu ide, yaitu pelampiasan, kemudian langsung membawa Meri ke dalam pelukannya. "Kenapa?" Meri sedikit mengangkat kepalanya, bertanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya merindukanmu ..." Sudut bibir Yanto menyeringai, kedua tangannya mulai meluncur ke bawah dari punggung Meri. Meskipun sudah bersama begitu lama, tapi Yanto masih merasa segan mengatakan bahwa dia ingin melakukannya, dia percaya bahwa Meri dapat mengerti apa yang dia maksud. "Hari ini sedikit lelah, lain kali saja, kamu tidur dulu, aku pergi mengambil baju kemudian mandi." Meri menjinjit untuk mencium wajah Yanto, kemudian melepaskan diri dari pelukan Yanto berjalan ke arah kamar tidur. Jika dulu, Meri berkata lelah, Yanto tidak akan memaksanya. Bagaimanapun Meri bekerja juga demi keluarga ini, jika dia memaksanya lagi, dia merasa sedikit bersalah padany
HiRead - Novels and Comics
Behind the Lie Bab 1 Siaran Live Porno Hari mulai gelap, malam sedikit dingin. Yanto yang sibuk seharian menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke rumah, menemukan bahwa istrinya, Meri, belum kembali, sepertinya lembur lagi. Karena Meri sering lembur akhir-akhir ini, Yanto sudah terbiasa, dia memakan sesuatu dengan asal untuk mengisi perutnya. Dia yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba teringat aplikasi yang direkomendasikan oleh rekan kerjanya hari ini. Katanya ada ratusan wanita yang melakukan siaran live di aplikasi ini, ada berbagai macam tipe, skala siaran live-nya besar, bahkan melebihi dari film AV dari Jepang. Setelah pemikiran seperti ini lahir, pikiran Yanto selalu gatal, mumpung sebelum istrinya belum pulang, dia mendownload aplikasi ini, menghabiskan puluhan ribu untuk mendaftar menjadi anggota, dengan segera di dalam ponsel muncul deretan ruang siaran live. Setelah melihat beberapa ruang siaran live, tubuh Yanto manjadi panas. Skala ini memang sangat besar, hampir semuanya adalah siaran live. Hanya saja wajah dan tubuh para host biasa saja, Yanto tidak tinggal terlalu lama di dalam, mulai mencari terus menerus, ingin mencari dan melihat host wanita yang disukainya. Setelah melihat puluhan ruang, Yanto masuk ke dalam ruang siaran live bernama "Bermain dengan Istri Orang Lain Lain". Host wanita di ruang ini adalah seorang wanita yang menggunakan topeng, mengenakan celana kulit yang ketat, tubuhnya seksi, dalam sekejap menarik perhatian Yanto. "Para penonton, jika ingin melihat penampilan yang lebih menarik, ayo beri hadiah!" Setelah beberapa saat, suara terdengar di dalam ruang siaran live, layar tiba-tiba meledak, semua itu adalah efek khusus dari pemberian hadiah, dan juga ada komentar yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengatakan bahwa mereka ingin host wanita itu. Yanto yang sudah bergairah juga tidak dapat menahan, melakukan top-up sebanyak puluhan ribu dan mengirimnya. Meskipun dia adalah orang dewasa yang sudah menikah, tetapi melihat adegan seperti itu, Yanto juga merasa bahwa dia sudah tidak tahan, dia ingin buru-buru bergabung dengannya, pertama-tama membuka topeng wanita ini, melihat seperti apa rupanya, kemudian pelan-pelan menikmatinya. Setelah siaran live berakhir, Yanto merasa ada api di tubuhnya yang tidak bisa keluar, dia tidak ada niat untuk menonton ruang siaran lainnya, buru-buru ingin melampiaskannya. Tapi Meri masih belum pulang kerja, Yanto hanya bisa menunggu di rumah. Tidak tahu terlewat berapa lama, ketika Yanto menunggu di sofa dan hampir tertidur, dia mendengar suara pintu dibuka. Dia langsung berdiri, melihat bahwa Meri membuka pintu dan berjalan masuk. semuanya memancarkan pesona wanita, membuat Yanto yang melihatnya makin haus. Dia dan Meri adalah teman sekelas semasa SMA, dia adalah bunga sekolah, wajah dan tubuhnya menonjol, mereka berdua berpacaran selama 6 tahun, baru menikah tahun lalu. Yanto selalu merasa bahwa dia dapat menikahinya adalah keberuntungan dirinya, jadi dia lebih menghargainya. "Suamiku, apa kamu sudah makan? Jika belum, sekarang aku akan memasaknya untukmu." Meri bertanya dengan perhatian, sambil mengganti sepatunya. "Sudah makan." Yanto menyahut dengan asal. Sekarang dia hanya punya satu ide, yaitu pelampiasan, kemudian langsung membawa Meri ke dalam pelukannya. "Kenapa?" Meri sedikit mengangkat kepalanya, bertanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya merindukanmu ..." Sudut bibir Yanto menyeringai, kedua tangannya mulai meluncur ke bawah dari punggung Meri. Meskipun sudah bersama begitu lama, tapi Yanto masih merasa segan mengatakan bahwa dia ingin melakukannya, dia percaya bahwa Meri dapat mengerti apa yang dia maksud. "Hari ini sedikit lelah, lain kali saja, kamu tidur dulu, aku pergi mengambil baju kemudian mandi." Meri menjinjit untuk mencium wajah Yanto, kemudian melepaskan diri dari pelukan Yanto berjalan ke arah kamar tidur. Jika dulu, Meri berkata lelah, Yanto tidak akan memaksanya. Bagaimanapun Meri bekerja juga demi keluarga ini, jika dia memaksanya lagi, dia merasa sedikit bersalah padany
HiRead - Novels and Comics
Behind the Lie Bab 1 Siaran Live Porno Hari mulai gelap, malam sedikit dingin. Yanto yang sibuk seharian menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke rumah, menemukan bahwa istrinya, Meri, belum kembali, sepertinya lembur lagi. Karena Meri sering lembur akhir-akhir ini, Yanto sudah terbiasa, dia memakan sesuatu dengan asal untuk mengisi perutnya. Dia yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba teringat aplikasi yang direkomendasikan oleh rekan kerjanya hari ini. Katanya ada ratusan wanita yang melakukan siaran live di aplikasi ini, ada berbagai macam tipe, skala siaran live-nya besar, bahkan melebihi dari film AV dari Jepang. Setelah pemikiran seperti ini lahir, pikiran Yanto selalu gatal, mumpung sebelum istrinya belum pulang, dia mendownload aplikasi ini, menghabiskan puluhan ribu untuk mendaftar menjadi anggota, dengan segera di dalam ponsel muncul deretan ruang siaran live. Setelah melihat beberapa ruang siaran live, tubuh Yanto manjadi panas. Skala ini memang sangat besar, hampir semuanya adalah siaran live. Hanya saja wajah dan tubuh para host biasa saja, Yanto tidak tinggal terlalu lama di dalam, mulai mencari terus menerus, ingin mencari dan melihat host wanita yang disukainya. Setelah melihat puluhan ruang, Yanto masuk ke dalam ruang siaran live bernama "Bermain dengan Istri Orang Lain Lain". Host wanita di ruang ini adalah seorang wanita yang menggunakan topeng, mengenakan celana kulit yang ketat, tubuhnya seksi, dalam sekejap menarik perhatian Yanto. "Para penonton, jika ingin melihat penampilan yang lebih menarik, ayo beri hadiah!" Setelah beberapa saat, suara terdengar di dalam ruang siaran live, layar tiba-tiba meledak, semua itu adalah efek khusus dari pemberian hadiah, dan juga ada komentar yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengatakan bahwa mereka ingin host wanita itu. Yanto yang sudah bergairah juga tidak dapat menahan, melakukan top-up sebanyak puluhan ribu dan mengirimnya. Meskipun dia adalah orang dewasa yang sudah menikah, tetapi melihat adegan seperti itu, Yanto juga merasa bahwa dia sudah tidak tahan, dia ingin buru-buru bergabung dengannya, pertama-tama membuka topeng wanita ini, melihat seperti apa rupanya, kemudian pelan-pelan menikmatinya. Setelah siaran live berakhir, Yanto merasa ada api di tubuhnya yang tidak bisa keluar, dia tidak ada niat untuk menonton ruang siaran lainnya, buru-buru ingin melampiaskannya. Tapi Meri masih belum pulang kerja, Yanto hanya bisa menunggu di rumah. Tidak tahu terlewat berapa lama, ketika Yanto menunggu di sofa dan hampir tertidur, dia mendengar suara pintu dibuka. Dia langsung berdiri, melihat bahwa Meri membuka pintu dan berjalan masuk. semuanya memancarkan pesona wanita, membuat Yanto yang melihatnya makin haus. Dia dan Meri adalah teman sekelas semasa SMA, dia adalah bunga sekolah, wajah dan tubuhnya menonjol, mereka berdua berpacaran selama 6 tahun, baru menikah tahun lalu. Yanto selalu merasa bahwa dia dapat menikahinya adalah keberuntungan dirinya, jadi dia lebih menghargainya. "Suamiku, apa kamu sudah makan? Jika belum, sekarang aku akan memasaknya untukmu." Meri bertanya dengan perhatian, sambil mengganti sepatunya. "Sudah makan." Yanto menyahut dengan asal. Sekarang dia hanya punya satu ide, yaitu pelampiasan, kemudian langsung membawa Meri ke dalam pelukannya. "Kenapa?" Meri sedikit mengangkat kepalanya, bertanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya merindukanmu ..." Sudut bibir Yanto menyeringai, kedua tangannya mulai meluncur ke bawah dari punggung Meri. Meskipun sudah bersama begitu lama, tapi Yanto masih merasa segan mengatakan bahwa dia ingin melakukannya, dia percaya bahwa Meri dapat mengerti apa yang dia maksud. "Hari ini sedikit lelah, lain kali saja, kamu tidur dulu, aku pergi mengambil baju kemudian mandi." Meri menjinjit untuk mencium wajah Yanto, kemudian melepaskan diri dari pelukan Yanto berjalan ke arah kamar tidur. Jika dulu, Meri berkata lelah, Yanto tidak akan memaksanya. Bagaimanapun Meri bekerja juga demi keluarga ini, jika dia memaksanya lagi, dia merasa sedikit bersalah padany
HiRead - Novels and Comics
Behind the Lie Bab 1 Siaran Live Porno Hari mulai gelap, malam sedikit dingin. Yanto yang sibuk seharian menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke rumah, menemukan bahwa istrinya, Meri, belum kembali, sepertinya lembur lagi. Karena Meri sering lembur akhir-akhir ini, Yanto sudah terbiasa, dia memakan sesuatu dengan asal untuk mengisi perutnya. Dia yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba teringat aplikasi yang direkomendasikan oleh rekan kerjanya hari ini. Katanya ada ratusan wanita yang melakukan siaran live di aplikasi ini, ada berbagai macam tipe, skala siaran live-nya besar, bahkan melebihi dari film AV dari Jepang. Setelah pemikiran seperti ini lahir, pikiran Yanto selalu gatal, mumpung sebelum istrinya belum pulang, dia mendownload aplikasi ini, menghabiskan puluhan ribu untuk mendaftar menjadi anggota, dengan segera di dalam ponsel muncul deretan ruang siaran live. Setelah melihat beberapa ruang siaran live, tubuh Yanto manjadi panas. Skala ini memang sangat besar, hampir semuanya adalah siaran live. Hanya saja wajah dan tubuh para host biasa saja, Yanto tidak tinggal terlalu lama di dalam, mulai mencari terus menerus, ingin mencari dan melihat host wanita yang disukainya. Setelah melihat puluhan ruang, Yanto masuk ke dalam ruang siaran live bernama "Bermain dengan Istri Orang Lain Lain". Host wanita di ruang ini adalah seorang wanita yang menggunakan topeng, mengenakan celana kulit yang ketat, tubuhnya seksi, dalam sekejap menarik perhatian Yanto. "Para penonton, jika ingin melihat penampilan yang lebih menarik, ayo beri hadiah!" Setelah beberapa saat, suara terdengar di dalam ruang siaran live, layar tiba-tiba meledak, semua itu adalah efek khusus dari pemberian hadiah, dan juga ada komentar yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengatakan bahwa mereka ingin host wanita itu. Yanto yang sudah bergairah juga tidak dapat menahan, melakukan top-up sebanyak puluhan ribu dan mengirimnya. Meskipun dia adalah orang dewasa yang sudah menikah, tetapi melihat adegan seperti itu, Yanto juga merasa bahwa dia sudah tidak tahan, dia ingin buru-buru bergabung dengannya, pertama-tama membuka topeng wanita ini, melihat seperti apa rupanya, kemudian pelan-pelan menikmatinya. Setelah siaran live berakhir, Yanto merasa ada api di tubuhnya yang tidak bisa keluar, dia tidak ada niat untuk menonton ruang siaran lainnya, buru-buru ingin melampiaskannya. Tapi Meri masih belum pulang kerja, Yanto hanya bisa menunggu di rumah. Tidak tahu terlewat berapa lama, ketika Yanto menunggu di sofa dan hampir tertidur, dia mendengar suara pintu dibuka. Dia langsung berdiri, melihat bahwa Meri membuka pintu dan berjalan masuk. semuanya memancarkan pesona wanita, membuat Yanto yang melihatnya makin haus. Dia dan Meri adalah teman sekelas semasa SMA, dia adalah bunga sekolah, wajah dan tubuhnya menonjol, mereka berdua berpacaran selama 6 tahun, baru menikah tahun lalu. Yanto selalu merasa bahwa dia dapat menikahinya adalah keberuntungan dirinya, jadi dia lebih menghargainya. "Suamiku, apa kamu sudah makan? Jika belum, sekarang aku akan memasaknya untukmu." Meri bertanya dengan perhatian, sambil mengganti sepatunya. "Sudah makan." Yanto menyahut dengan asal. Sekarang dia hanya punya satu ide, yaitu pelampiasan, kemudian langsung membawa Meri ke dalam pelukannya. "Kenapa?" Meri sedikit mengangkat kepalanya, bertanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya merindukanmu ..." Sudut bibir Yanto menyeringai, kedua tangannya mulai meluncur ke bawah dari punggung Meri. Meskipun sudah bersama begitu lama, tapi Yanto masih merasa segan mengatakan bahwa dia ingin melakukannya, dia percaya bahwa Meri dapat mengerti apa yang dia maksud. "Hari ini sedikit lelah, lain kali saja, kamu tidur dulu, aku pergi mengambil baju kemudian mandi." Meri menjinjit untuk mencium wajah Yanto, kemudian melepaskan diri dari pelukan Yanto berjalan ke arah kamar tidur. Jika dulu, Meri berkata lelah, Yanto tidak akan memaksanya. Bagaimanapun Meri bekerja juga demi keluarga ini, jika dia memaksanya lagi, dia merasa sedikit bersalah padany
HiRead - Novels and Comics
Bab 1 Siaran Live Hari mulai gelap, malam sedikit dingin. Yanto yang sibuk seharian menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke rumah, menemukan bahwa istrinya, Meri, belum kembali, sepertinya lembur lagi. Karena Meri sering lembur akhir-akhir ini, Yanto sudah terbiasa, dia memakan sesuatu dengan asal untuk mengisi perutnya. Dia yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba teringat aplikasi siaran live porno yang direkomendasikan oleh rekan kerjanya hari ini. Katanya ada ratusan wanita yang melakukan siaran live di aplikasi ini, ada berbagai macam tipe, skalanya bahkan melebihi dari film macam itu dari Jepang. Setelah pemikiran seperti ini lahir, pikiran Yanto selalu gatal, mumpung sebelum istrinya belum pulang, dia mendownload aplikasi ini, menghabiskan puluhan ribu untuk mendaftar menjadi anggota, dengan segera di dalam ponsel muncul deretan ruang siaran live. Setelah melihat beberapa ruang siaran live, seluruh orang Yanto manjadi panas. Skala ini memang sangat besar, hampir semuanya adalah siaran live. Hanya saja para host biasa saja, Yanto tidak tinggal terlalu lama di dalam, mulai mencari terus menerus, ingin mencari dan melihat host wanita yang disukainya. Setelah melihat puluhan ruang, Yanto masuk ke dalam ruang siaran live bernama "Dengan Istri Orang Lain". Host wanita di ruang ini adalah seorang wanita yang menggunakan topeng, mengenakan celana kulit yang ketat, dalam sekejap menarik perhatian Yanto. "Para penonton, jika ingin melihat penampilan yang lebih menarik, ayo beri hadiah!" Setelah beberapa saat, suara terdengar di dalam ruang siaran live, layar tiba-tiba meledak, semua itu adalah efek khusus dari pemberian hadiah, dan juga ada komentar yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengatakan bahwa mereka ingin host wanita itu. Yanto juga tidak dapat menahan, melakukan top-up sebanyak puluhan ribu dan mengirimnya. Meskipun dia adalah orang dewasa yang sudah menikah, tetapi melihat adegan seperti itu, Yanto juga merasa bahwa dia sudah tidak tahan, dia ingin buru-buru bergabung dengannya, pertama-tama membuka topeng wanita ini, melihat seperti apa rupanya, kemudian pelan-pelan menikmatinya. Setelah siaran live berakhir, Yanto merasa ada api di dalamnya yang tidak bisa keluar, dia tidak ada niat untuk menonton ruang siaran lainnya, buru-buru ingin melampiaskannya. Tapi Meri masih belum pulang kerja, Yanto hanya bisa menunggu di rumah. Tidak tahu terlewat berapa lama, ketika Yanto menunggu di sofa dan hampir tertidur, dia mendengar suara pintu dibuka. Dia langsung berdiri, melihat bahwa Meri membuka pintu dan berjalan masuk. Sosok yang tinggi, kulit yang putih, fitur wajah yang cantik, rambut panjang melewati bahu, semuanya memancarkan pesona, membuat Yanto yang melihatnya makin haus. Dia dan Meri adalah teman sekelas semasa SMA, dia adalah bunga sekolah, mereka berdua berpacaran selama 6 tahun, baru menikah tahun lalu. Yanto selalu merasa bahwa dia dapat menikahinya adalah keberuntungan dirinya, jadi dia lebih menghargainya. "Suamiku, apa kamu sudah makan? Jika belum, sekarang aku akan memasaknya untukmu." Meri bertanya dengan perhatian, sambil mengganti sepatunya. "Sudah makan." Yanto menyahut dengan asal. Sekarang dia hanya punya satu ide, yaitu pelampiasan, kemudian langsung membawa Meri ke dalam pelukannya. "Kenapa?" Meri sedikit mengangkat kepalanya, bertanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya merindukanmu ..." Sudut bibir Yanto menyeringai, kedua tangannya mulai meluncur ke bawah dari punggung Meri. Meskipun sudah bersama begitu lama, tapi Yanto masih merasa segan mengatakan bahwa dia ingin melakukannya, dia percaya bahwa Meri dapat mengerti apa yang dia maksud. "Hari ini sedikit lelah, lain kali saja, kamu tidur dulu, aku pergi mengambil baju kemudian mandi." Meri menjinjit untuk mencium wajah Yanto, kemudian melepaskan diri dari pelukan Yanto berjalan ke arah kamar tidur. Jika dulu, Meri berkata lelah, Yanto tidak akan memaksanya. Bagaimanapun Meri bekerja juga demi keluarga ini, jika dia memaksanya lagi, dia merasa sedikit bersalah padanya. Tapi dia sedikit
HiRead - Novels and Comics
Hari mulai gelap, malam sedikit dingin. Yanto yang sibuk seharian menyeret tubuhnya yang lelah kembali ke rumah, menemukan bahwa istrinya, Meri, belum kembali, sepertinya lembur lagi. Karena Meri sering lembur akhir-akhir ini, Yanto sudah terbiasa, dia memakan sesuatu dengan asal untuk mengisi perutnya. Dia yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba teringat aplikasi siaran live porno yang direkomendasikan oleh rekan kerjanya hari ini. Katanya ada ratusan wanita yang melakukan siaran live di aplikasi ini, ada berbagai macam tipe, skala siaran live-nya besar, bahkan melebihi dari film AV dari Jepang. Setelah pemikiran seperti ini lahir, pikiran Yanto selalu gatal, mumpung sebelum istrinya belum pulang, dia mendownload aplikasi ini, menghabiskan puluhan ribu untuk mendaftar menjadi anggota, dengan segera di dalam ponsel muncul deretan ruang siaran live. Setelah melihat beberapa ruang siaran live, tubuh Yanto manjadi panas. Skala ini memang sangat besar, hampir semuanya adalah siaran live. Hanya saja wajah dan tubuh para host biasa saja, Yanto tidak tinggal terlalu lama di dalam, mulai mencari terus menerus, ingin mencari dan melihat host wanita yang disukainya. Setelah melihat puluhan ruang, Yanto masuk ke dalam ruang siaran live bernama "Bermain dengan Istri Orang Lain Lain". Host wanita di ruang ini adalah seorang wanita yang menggunakan topeng, mengenakan celana kulit yang ketat, tubuhnya seksi, dalam sekejap menarik perhatian Yanto. "Para penonton, jika ingin melihat penampilan yang lebih menarik, ayo beri hadiah!" Setelah beberapa saat, suara terdengar di dalam ruang siaran live, layar tiba-tiba meledak, semua itu adalah efek khusus dari pemberian hadiah, dan juga ada komentar yang tak terhitung jumlahnya, semuanya mengatakan bahwa mereka ingin host wanita itu. Yanto yang sudah bergairah juga tidak dapat menahan, melakukan top-up sebanyak puluhan ribu dan mengirimnya. Meskipun dia adalah orang dewasa yang sudah menikah, tetapi melihat adegan seperti itu, Yanto juga merasa bahwa dia sudah tidak tahan, dia ingin buru-buru bergabung dengannya, pertama-tama membuka topeng wanita ini, melihat seperti apa rupanya, kemudian pelan-pelan menikmatinya. Setelah siaran live berakhir, Yanto merasa ada api di tubuhnya yang tidak bisa keluar, dia tidak ada niat untuk menonton ruang siaran lainnya, buru-buru ingin melampiaskannya. Tapi Meri masih belum pulang kerja, Yanto hanya bisa menunggu di rumah. Tidak tahu terlewat berapa lama, ketika Yanto menunggu di sofa dan hampir tertidur, dia mendengar suara pintu dibuka. Dia langsung berdiri, melihat bahwa Meri membuka pintu dan berjalan masuk. Sosok yang tinggi dan bertubuh montok, kulit yang putih, fitur wajah yang cantik, pakaian kerja yang membungkus dada dan pinggul, rambut panjang melewati bahu, semuanya memancarkan pesona wanita, membuat Yanto yang melihatnya makin haus. Dia dan Meri adalah teman sekelas semasa SMA, dia adalah bunga sekolah, wajah dan tubuhnya menonjol, mereka berdua berpacaran selama 6 tahun, baru menikah tahun lalu. Yanto selalu merasa bahwa dia dapat menikahinya adalah keberuntungan dirinya, jadi dia lebih menghargainya. "Suamiku, apa kamu sudah makan? Jika belum, sekarang aku akan memasaknya untukmu." Meri bertanya dengan perhatian, sambil mengganti sepatunya. "Sudah makan." Yanto menyahut dengan asal. Sekarang dia hanya punya satu ide, yaitu pelampiasan, kemudian langsung membawa Meri ke dalam pelukannya. "Kenapa?" Meri sedikit mengangkat kepalanya, bertanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya merindukanmu ..." Sudut bibir Yanto menyeringai, kedua tangannya mulai meluncur ke bawah dari punggung Meri. Meskipun sudah bersama begitu lama, tapi Yanto masih merasa segan mengatakan bahwa dia ingin melakukannya, dia percaya bahwa Meri dapat mengerti apa yang dia maksud. "Hari ini sedikit lelah, lain kali saja, kamu tidur dulu, aku pergi mengambil baju kemudian mandi." Meri menjinjit untuk mencium wajah Yanto, kemudian melepaskan diri dari pelukan Yanto berjalan ke arah kamar tidur. Jika dulu, Meri berkata lelah, Yant
KINCIR.com
Mereka punya masa lalu, tapi enggak hidup untuk masa lalu.
COACH MALIKA | COACH MALIKA
Error
Patriot Depot | Supplies for the Conservative Revolution
SAMMinistries – Overcoming Homelessness
Medical Aid, Bank, Insurance, Invest & Vitality - Discovery
Cosmetici Coreani e KBeauty | My Beauty Routine
Sodimac | Casa e Construção
Aproveite as oportunidades únicas do bota-fora Sodimac. Garantia de menor preço! Aproveite também os melhores profissionais para qualquer instalação ou pintura da sua casa!
YouTube
Home - Luis Bien UK
Multimax | Tienda Online
En Multimax #TeDecimos HAY MAX OFERTAS. La tecnología que más te gusta está en multimax.net con envío a domicilio a nivel nacional ¡Haz tus compras ya! #TodoPanama #MultimaxCompraEnLinea #ApoyaLoLocal #QuedateEnCasa
Ashley Bridget: Fashion from the Heart
Out of Business Sale - EVERYTHING MUST GO❗ ➡️ Silver plated bracelets as low as $2 ➡️ Sterling silver bracelets as low as $9 ➡️ Diamond bracelets as low as $19
Pure Lab Vitamins - Natural Health Products - Vitamins and Mineral Products
Instagram
CarbonKlean Eyeglass Cleaner | Eco-Friendly Lens and Screen Cleaner
Sonoma Magazine: Things to Do in Sonoma
Tickets go on sale soon for George Lopez, Kansas, Café Tacvba, Steely Dan, the Australian Pink Floyd Show, Ailey II, the Cake Master, and many more. Sponsored by Luther Burbank Center for the Arts
F Circle-Buscador de ubicación
Ketik nomor telepon untuk melihat lokasi
This site is under development
Redirect service Telegram
Chiara Di Angelo
Instagram
Демократична България - Димитровград
EverymanBusiness.com
ItacklesJapan | Lures, lines, rods, reels - Fishing Equipment
The Mall of San Juan
¡Ya pueden comprar los boletos para el Drive-In Cinema! 24 al 27 de agosto Boletos en Ticketpop → https://bit.ly/32eph16 #mallofsanjuan
So Fresh Sandwiches & Salads
عصير غني بالطعم الطازج واللذيذ، يتكون من الحليب والحامض والافوكادو. ما رأيك بهذه النكهة الجديدة؟
Chapman Chevrolet
It’s back! We are hosting another Chapman Test Drive event! Swing by Topgolf Scottsdale on April 20, 2019 from 11 AM – 2 PM to test drive our lineup of the newest trucks and SUVs from multiple Chapman dealerships. First 75 people receive a Topgolf gift card that you can use right away! Other prizes include a $500 coupon to use towards your vehicle purchase and a ton of Chapman swag. Enter for a chance to win the Topgolf Concert Series Summer Pass at the event. We look forward to seeing you there!
Zo Sweet earrings
Video Hero - Video Skills for Entrepreneurs!
伊甸社會福利基金會
Farmacias Cruz Verde | Expertos en medicamentos
¡Disfruta esta época! Con Cruz Verde el invierno no es problema.
Plac Unii
Marconi S. Olguins
Amanda Sawyer for Denver City Council District 5
Fiksua ruokaa vähintään 20-90% alennuksella | Fiksuruoka.fi
معرض وليد لتجارة الأجهزة الكهربائية
Instagram
Νικόλας Παπαδόπουλος
Parfémy online -50 % | Parfuméria PARFUMS teraz Notino.sk
Portal Vegano
Instagram
National Herald: Live News Today, India News, Top Headlines, Political and World News